Harga Sembako Melonjak

JAKARTA – Harga sembilan bahan pokok (sembako) di berbagai daerah langsung melonjak setelah pemerintah mengumumkan kenaikan harga bahan bakar minyak. Sebelumnya, menjelang kenaikan harga BBM harga sembako sudah naik dan Sabtu (1/10) pagi kembali naik sekitar 50 persen, Rakyat pun mengeluh karena pengeluaran sehari-hari bertambah besar.

Seperti dituturkan Nyonya Hasanah (40), guru dengan empat anak di Kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung (Babel), pengeluarannya per hari yang sebelumnya hanya Rp 50 ribu kini menjadi Rp 100.000. Dari pengeluaran sebesar itu dia hanya bisa memperoleh satu kilogram ikan dan sayur beserta bumbunya.

Ludianto (38), pedagang bahan bangunan di Pusat Pasar Pangkalpinang, mengatakan, naiknya harga BBM langsung diikuti oleh kenaikan harga barang ter-masuk bahan bangunan, yang besarnya 15 sampai 20 persen.

Ia menyadari kenaikan itu kian memberatkan masyarakat. Namun, dia dan pedagang lainnya tak bisa menekan kenaikan harga, sebab biaya angkut langsung naik. Dia mencontohkan, harga beras merek ikan sepet ukuran 15 kg, yang tadinya Rp 50.000 menjadi Rp 60.000, beras ukuran 20 kg naik dari Rp 65.000 menjadi Rp 75.000.

Kenaikan harga BBM juga kian menyulitkan nelayan di Babel. Biaya melaut naik tajam, sehingga banyak nelayan terpaksa menambatkan perahunya. Dengan harga solar Rp 4.300 per liter, menurut sejumlah nelayan, dikhawatirkan para nelayan akan mencari pekerjaan lain, seperti buruh bangunan, buruh perkebunan kelapa sawit, dan buruh penambangan timah.

Cabai Merah

Kenaikan harga sembako di Banda Aceh dan Aceh Besar naik 14 sampai 20 persen. Berdasarkan pantauan di Pasar Setui, Pasar Kampung Ateuk, Pasar Beurawe, Pasar Ulee Kareng dan Pasar Peunayong di Banda Aceh dan Pasar Lambaro di Kabupaten Aceh besar besar, kenaikan harga antara Rp 1.000 hingga Rp 3.000.

Di pasar Ulee Kareng, Banda Aceh, cabai merah yang sebelumnya Rp 23.000 per kg naik menjadi Rp 28.000. Bawang dari Rp 6.000 per kg naik menjadi Rp 8.000, cabai hijau dari Rp 13.000 per kg menjadi Rp 15.000, tepung terigu dari Rp 4.500 per kg menjadi Rp 5.000, gula pasir dari Rp 5.500 per kg menjadi Rp 6.000, minyak goreng dari Rp 5.000 per kg naik menjadi Rp 6.000. Begitu juga dengan beras dari Rp 38.000 per 15 kg naik menjadi Rp.42.000.

Dahlan, pedagang di pasar Ulee Kareng, mengaku stok sembako cukup dan tidak perlu khawatir. Saat ini yang sedikit susah diperoleh hanya gula pasir, katanya.

Di Denpasar, Bali, tidak hanya harga sembako yang naik, tapi juga barang elektronik. Kenaikan harga kebutuhan pokok khususnya di pasar tradisional di Denpasar cukup tajam. Seperti, beras yang semula Rp 3.000 per-kg naik menjadi Rp 4.500.

“Pemerintah keterlaluan karena kenaikan harga BBM terlalu tinggi. Kita bukannya tidak setuju BBM naik, tapi kenaikan mestinya bertahap. Kalau BBM naik lebih dari 50 persen kebutuhan pokok juga akan ikut naik seperti itu. Kalau ini terjadi maka yang susah kan kami-kami yang berpenghasilan rendah,” ujar Putu Widiari (39), ibu rumah tangga yang ditemui saat belanja di pasar.

Pendapat senada disampaikan Nyonya Nengah Warni, yang suaminya kuli bangunan dan penggarap sawah. ”Kami tidak punya kendaraan bermotor dan hanya punya sepeda dayung. Tapi, kami sangat merasakan dampak kenaikan BBM.

Kalaupun tidak punya kendaraan bermotor kalau BBM naik harga kebutuhan pokok ikut naik, sehingga kami pun semakin kesulitan,” katanya seraya mempertanyakan bagaimana cara memperoleh dana kompensasi BBM.

Andre, pedagang elektronik di Denpasar mengatakan, pihaknya sudah berencana menaikkan harga. ”Ketika satu dolar mencapai Rp 11 ribu harga barang sudah naik 3-5 persen. Sekarang mungkin kenaikannya tujuh persen,” jelasnya. (055/137/147)

WWW.jogostu.blogspot.com

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: